Kamayan

Lucunya, di hari ini banyak orang yang tidak mengerti alasan dibalik gelisah setiap malam, Mengapa terkesiap setiap 2 jam, Dan mengapa bertahan dalam tawa tertahan.

Namun setidaknya, masih ada pegangan bernama Tuhan.

Cukuplah Dia bagimu, Cukuplah Dia yang mengerti bagaimana lelahnya di buru, Cukuplah Dia yang merengkuhmu, Cukuplah Dia yang selalu ada kala terik menghujanmu.

Jadi cukuplah juga kamu mengeluh, dan mulai bersandarlah. Ia yang menanggung beban hidupmu.

Balas ia dengan kebaikan selama angin masih terasa segar.

Hidup memang melulu soal berjuang, tapi berjuang mu tak pernah sendirian.

Ada Dia yang cukup di siang dan malam mu.