Metropolitan
Di sudut kota ini, Aku mengenal simpati. Hembus angin dan langkah kaki pergi, Yang tak mungkin terhenti.
Kutarik napas ku perlahan, Hingga ragaku menyentuh awan-awan Sebelum kukembali ke peradaban, Semoga pagiku masih ada harapan
Ini memang sudah jadi rutinitas, Anak-anak kota yang dikenal mayoritas Tentang tutur atau laku yang tak lagi tahu batas Mungkin juga tentang hidupku yang tak lagi selaras
Sadar betul aku akan kicau pagi ibuku, Agar kutak jatuh ketika melaju Sadar betul aku akan kicau malam ayahku, Agar jangan kujadi gadis lugu
Tapi di sudut kota ini, Hidupku kutentukan sendiri, Dari malam hingga pagi kembali, Aku sadar masa mudaku belum berarti.
Tapi aku mengenal simpati, Dari orang-orang yang berjuang demi hidup ini. Dan kuharap aku peka hati, Sehingga kicau ayah-ibu tak semu lagi
Dahiku mengkerut, Dan aku berlutut, tertunduk melayu disudut laut biru, aku tanpa-Mu.
21.10.22.10.40