Warta Tulisan

tarian jemari beraroma gundah~

Pagi, aku dan kopi, bercumbu di cangkir yang sama.

`168weeks ago~

Luntang-luntung aku merayu, demi sebongkah harapan, kau balas rinduku, dungu.

`172weeks ago~

Persetan aku tidak memiliki alasan, untuk mengungsikan penantian Mungkin aku ciut tentang laki-laki, Masalahnya, karena dia, aku menabrak gengsi.

`185weeks ago~

Nanti ketika pamit berbaliklah sesekali. Barangkali manisku, terselempit di kantong-kantong rindumu.

`187weeks ago~

Lalu mulai hilang kata malam, karena sudah jarang bersama menahan pejam, dan ada yang sama-sama sedikit geram, ketika lampu sudah temaram.

Hanya sedikit kesal lebih ke gemas, kentara sekali terlihat jelas

Kemudian ada juga nanti yang merengek rindu, yang seringnya sih, aku.

`187weeks ago~

Ada yang gelisah menjelang tidur, waktu habis terulur-ulur, dan rinduku kian melebur, tidur yuk?

`189weeks ago~

Merindukan aroma nyengat besi, dan alunan musik indi waktu kita menanti tuju, sebelum sampai stasiun Tugu. Dan nasi rames pun jadi narkotika, penenang perjalanan panjang kita.

`194weeks ago~

Kerut, tertekuk, melayu. di sudut laut biru, aku tanpamu.

`195weeks ago~

Coba tebak, apa yang kusuka dari November?

Itu ketika telapak tanganmu yang membeku, berupaya menghangatkan telapakku yang juga beku, tapi yang hangat malah pipiku, dan yang cair malah hatiku.

Brrr dua, berrr, dingin. hehe.

`198weeks ago~

Terkadang terasa seperti narcose, yang digunakan hanya ketika operasi.

`200weeks ago~